Gandeng YPKN, PA Mukomuko Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker: "Jangan Tunggu Sakit!"


Mukomuko, 06 Februari 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan aparatur peradilan, Pengadilan Agama Mukomuko menerima kunjungan dari Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara (YPKN) untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan. Acara yang berlangsung di ruang pertemuan PA Mukomuko ini dihadiri oleh pimpinan, hakim, serta seluruh pegawai dengan antusiasme tinggi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya penyakit kanker serta memberikan edukasi mengenai cara pencegahan yang efektif. Tim dari YPKN menekankan satu poin krusial dalam pemaparannya: Deteksi dini adalah kunci utama dalam melawan kanker.
Dalam paparannya, narasumber dari YPKN menjelaskan bahwa seringkali kanker baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut karena kurangnya kepekaan terhadap sinyal tubuh.
"Jangan tunggu sakit untuk memeriksakan diri. Mulailah peduli dengan perubahan sekecil apa pun pada tubuh Anda," ujar salah satu perwakilan YPKN di hadapan para aparatur PA Mukomuko. Ia menambahkan bahwa perubahan gaya hidup, pola makan, dan pemeriksaan mandiri secara berkala dapat menekan risiko kematian akibat kanker secara signifikan.
Pihak Pengadilan Agama Mukomuko menyambut baik inisiatif ini. Kegiatan ini dinilai sangat penting di tengah padatnya aktivitas kerja, agar setiap pegawai tetap memprioritaskan kesehatan fisik. Dengan tubuh yang sehat, diharapkan produktivitas dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat juga dapat terjaga.
"Kami berterima kasih kepada YPKN atas edukasi yang diberikan. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kesehatan adalah investasi paling berharga. Mengetahui gejala sejak awal jauh lebih baik daripada mengobati saat sudah terlambat," ungkap salah satu pejabat PA Mukomuko.
Selain materi teori, sosialisasi ini juga mencakup penjelasan mengenai faktor pemicu kanker, makanan yang mengandung karsinogenik, hingga cara melakukan deteksi dini secara mandiri untuk jenis kanker tertentu.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para pegawai berkonsultasi mengenai gejala-gejala ringan yang sering diabaikan dan foto Bersama (csp).